Rabu, 13 Maret 2013

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar



MAKALAH

Faktor-Faktor yang  Mempengaruhi
Proses dan Hasil Belajar

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran
yang diampu oleh :

Imam Bukhori, M. Pd






Disusun oleh :
Faridur Rohman
Friady Maulana
Servian Ramadhan
Endang Sri Wahyuni

PROGAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
STAINU – JAKARTA
2013


A.    Pendahuluan
Pada hakikatnya yang disebut pendidikan adalah pengaruh bimbingan, arahan dari orang dewasa kepada anak yang belum dewasa agar menjadi dewasa, mandiri, dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Kepribadian yang dimaksud adalah semua aspek yang meliputi cipta, rasa dan karsa.
kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen diantaranya :
1.      Siswa
2.      Guru
3.      Tujuan
4.      Isi pelajaran
5.      Metode
6.      Media
7.      Evaluasi dan sebagainya.
Pada saat proses pengajaran sering kita dengar masalah-masalah yang menyebabkan beberapa factor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar pada setiap anak didiknya. Keadaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
·         Ketidaksiapan peserta didik
·         Kurang  minat peserta didik
·         Kurangnya sarana
·         Prasarana pembelajaran
Oleh karena itu dalam makalah ini kita akan membahas tentang  yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.[1]


B.     Pembahasan
Yang mempengaruhi proses dan hasil belajar banyak jenisnya diantara itu semua adalah anak didik, pendidik, lingkungan pendidikan, tujuan pendidikan, dan alat pendidikan.[2]
Tetapi secara garis besarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada diluar individu.
v   Internal
Factor-faktor ini di bagi menjadi beberapa bagian:
1.      Factor Jasmaniah
·         Kesehatan
Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan tentang bekerja, belajar, istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi, dan ibadah.
·         Cacat Tubuh
Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.
2.      Factor Psikologis
·          Intelegensi
Siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang normal dapat berhasil dengan baik dalam belajar, jika ia belajar dengan baik, artinya belajar dengan menerapkan metode belajar yang efisien dan  yang mempengaruhi belajarnya memberi pengaruh yang positif. Jika siswa memiliki intelegensi yang rendah, ia perlu mendapat pendidikan dilembaga pendidikan khusus.
·         Perhatian
Perhatian meurut Imam al-Ghazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu objek atau sekumpulan objek.
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakanlah bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya.
·         Minat
Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu.
·         Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Adalah penting untuk mengetahui bakat siswa dan menempatkan siswa belajar disekolah yang sesuai dengan bakatnya.
·         Motif
Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berfikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan belajar. Motif-motif diatas dapat juga ditanamkan kepada diri siswa dengan cara memberikan latihan-latihan, kebiasaan-kebiasaan yang kadang-kadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.
·         Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Dengan kata lain belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang).
·         Kesiapan
Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan pada diri siswa sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.
3.      Faktor Kelelahan
Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajarnya, sehingga perlu diusahakan kondisi yang bebas  dari kelelahan. Misalnya dengan mengatur pola hidupnya mulai dari tidur, makan, belajar, olah raga, ibadah dan sebagainya terkait aktivitas sehari-harinya.
v  Factor-faktor Eksternal
Factor-faktor eksternal ini dapat dikelompokan menjadi 3 faktor, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.
1.      Factor Keluarga
·         Cara mendidik orang tuanya
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajarnya.
·         Relasi antara anggota keluarga
Demi kelancaran belajar serta keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan dan bila perlu hukuman-hukuman untuk mensukseskan belajar anak sendiri.
·         Suasana rumah
Agar anak dapat belajar dengan baik perlu diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram. Didalam suasana rumah yang tenang dan tentram selain anak kerasan tinggal dirumah, anak juga dapat belajar dengan baik.
·         Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang  belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga membutuhkan fasilitas belajar. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.
·         Pengertian orang tua
Orang tua wajib memberi pengertian dan mendorong anaknya untuk belajar. Jadi bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas rumah.
·         Latar belakang kebudayaan
Perlu ditanamkan kepada anak kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar.
2.      Factor Sekolah
·         Metode mengajar
Metode mengajar itu mempengerui belajar siswa. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Maka dari itu perlu ditelaah terlebih dahulu tentang kelebihan dan kekuranngannya disesuaikan dengan tujuan serta kondisi kegiatan pembelajaran.[3]
·         Kurikulum
Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran itu.
·         Relasi guru dengan siswa
·         Relasi siswa dengan siswa
·         Disiplin sekolah
Disiplinan sekolah mencangkup kedisiplinan guru dalam mengajar, kedisiplinan pegawai/karyawan dalam pekerjaan administrasi dan kebersihan/keteraturan. Kedisiplinan kepala sekolah dalam mengelola seluruh staf beserta siswa-siswanya, dan kedisiplinan timm BP dalam pelayanan kepada siswa dan juga kedisiplinan siswa dalam melaksanakan tata tertib.
·         Alat pelajaran
Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Jika siswa mudah menerima bahan pelajaran dan menguasainya, maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan lebih maju.
·         Waktu sekolah
Waktu sekolah juga mempengaruhi belajar siswa.
·         Keadaan gedung
·         Tugas rumah
3.      Factor Masyarakat
·         Kegiatan siswa dalam masyarakat
Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap perkembangan pribadinya. Tetapi jika terlalu banyak juga tidak baik karena akan mengganggu belajarnya.
·         Media massa
Media massa yang baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya begitupun sebaliknya.
·         Teman bergaul
Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwanya. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya.
·         Bentuk kehidupan masyarakat
Kehidupan masyarakat disekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik, akan berpengaruh jelek kepada anak yang berada disitu begitupun sebaliknya.[4]
C.    Kesimpulan
Setiap proses dan hasil belajar, keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Secara garis besar factor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut dapat di bagi menjadi 2 faktor yakni internal dan eksternal.
Factor internal terdiri dari:
·         Factor jasmani ( kesehatan dan cacat tubuh )
·         Factor psikologis ( intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan )
·         Factor kelelahan
Sedangkan factor eksternal terdiri dari:
·         Factor keluarga ( cara mendidik orang tuanya, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan )
·         Factor sekolah ( metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan gedung dan tugas rumah )
·         Factor masyarakat ( kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat )



Daftar Pustaka
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003
Aqib, Zainal dan Elham Rohmanto. Membangun Profesionalisme Guru Dan Pengawas Sekolah. Bandung : CV. Yrama Widya, 2008
Ahmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2003


[1] Dipresentasikan oleh Faridur R., Servian R., Endang S.W, dan Friady M. pada Hari Rabu, 13 Maret 2013
[2] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2003. Hlm.20-21
[3] Zainal Aqib dan Elham Rohmanto. Membangun Profesionalisme Guru Dan Pengawas Sekolah. Bandung : CV . Yrama Widya, 2008. Hlm. 86
[4] Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003. Hlm. 54-72
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar