Sabtu, 11 Mei 2013

Metode Pembelajaran Recollection Smart Teaching Kelebihan dan Kekurangan



MAKALAH

Metode Pembelajaran Recollection Smart Teaching
Kelebihan dan Kekurangan

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah metodologi PAI
yang diampu oleh :

Fatkhu Yasik, M. Pd




Disusun :
Faridur Rohman
Ibnu Atho’ilah


PROGAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
STAINU – JAKARTA
2013


A.    Pendahuluan
kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen diantaranya :
1.      Siswa
2.      Guru
3.      Tujuan
4.      Isi pelajaran
5.      Metode
6.      Media
7.      Evaluasi dan sebagainya.
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif harus dimiliki oleh seorang pendidik. Dengan begitu, transfer of knowledge ke anak didik akan lebih mudah dilakukan. Dan itu semua salah satunya dipengaruhi dengan metode apa yang digunakan pendidik dalam menyampaikan pelajarannya.
Baru-baru ini begitu banyak metode dan strategi belajar yang berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Diantara metode baru yang muncul adalah Recollection Smart Teaching atau RST.
Untuk itu kami menulis apa itu metode Recollection Smart Teaching atau RST beserta kelebihan maupun kekurangan dari metode ini.







B.     Pembahasan
Yang mempengaruhi proses dan hasil belajar banyak jenisnya diantara itu semua adalah anak didik, pendidik, lingkungan pendidikan, tujuan pendidikan, dan alat pendidikan.[1] Tetapi secara garis besarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor internal terdiri dari:
·         Faktor jasmani ( kesehatan dan cacat tubuh )
·         Faktor psikologis ( intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan )
·         Faktor kelelahan
Sedangkan faktor eksternal terdiri dari:
·         Faktor keluarga ( cara mendidik orang tuanya, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan )
·         Faktor sekolah ( metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan gedung dan tugas rumah )
·         Faktor masyarakat ( kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat ).[2]
Didalam faktor sekolah ini terdapat yang dinamakan metode belajar, dimana metode ini mempunyai keterkaitan yang penting dalam mentransfer ilmu dalam kegiatan belajar mengajar. Dan salah satu metode yang baru-baru ini muncul ialah metode Recollection Smart Teaching atau RST.
Metode ini dikenalkan oleh Agung Webe, seorang trainer seminar dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Beliau mengembangkan metode RST ini dengan menata kembali program pikiran untuk memunculkan potensi manusia.
Hipnotisme adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari seni berkomunikasi dengan alam bawah sadar. Karena cabang ilmu hipnotisme inilah yang mendasari lahirnya metode ( Recollection Smart Teaching) RST. Smart Teaching sebenarnya adalah modifikasi dari hypnoteaching.[3] Sehingga pendidik menjadi sosok yang menarik, dikagumi, penuh kharisma, dan Recollection itu sendiri merupakan program dasar dalam penataab pikiran. Metode ini secara khusus terbagi menjadi 7 bagian:
1.      Manual tubuh
2.      Basic RST
3.      Magical opening
4.      Emotional shyncronizing
5.      Telling
6.      Kharisma
7.      Emotional persuasion treatment.
bagian pertama dan kedua sebagai awalan untuk mempersiapkan segala sesuatunya seperti memperhatikan jam atau waktu saat kita mengajar, dengan begitu kita bisa mempersiapkan bagaimana cara mengajar yang efektif, sedangkan bagian ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh merupakan langkah-langkah dari RST itu sendiri.
Pada bagian Manual Tubuh dibahas 3 bagian, yaitu: DNA, otak, dan kesadaran. Di bagian pembahasan DNA, kita bisa memahami satu hal penting bahwa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi cara kerja gen pada tubuh kita. Pada pembahasan bagian otak, terdapat pernyataan dari Ber Bahrani : “Guru yang biasa adalah menceritakan, guru yang baik adalah menjelaskan, guru yang terbaik adalah mendemostrasikan, dan guru yang besar adalah menginspirasi. “Jik kita mampu keluar dari rutinitas lebah, itu akan menjadi isnpirasi bagi murid. Kemudian di pembahasan kesadaran, terbagi menjadi 2, yaitu sadar dan bawah sadar. 12 % tindakan kita dipengaruhi oleh sadar kita, sedangkan 88% tindakan kita dipengaruhi oleh bawah sadar kita.
Kondisi pikiran manusia terbagi menjadi 4 bagian yang dapat dimanfaatkan:
1. Kondisi pikiran Beta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 15-30 Hz. Ini adalah pikiran jaga dan sadar. Kegiatan sadar kita menempati kondisi gelombang pikiran ini.
2. Kondisi pikiran Alpha
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 9-14 Hz. Ini adalah pikiran rileks, tenang, dan santai.
3. Kondisi pikiran Theta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 4-8 Hz. Ini adalah pikiran tenang yang dalam, kodisi meditasi yang mendalam.
4. Kondisi pikiran Delta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 1-3 Hz. Ini adalah pikiran tenang terdalam, tidur tanpa mimpi.
Karena 88% tindakan dipengaruhi oleh bawah sadar manusia dan supaya dapat memasukkan program ke dalam bawah sadar yaitu dengan mengajak kondisi pikiran dari Beta ke Alpha.
Pada bagian BASIC RST dijelaskan dasar dari RST ada 2, yaitu time base dan performance. Di dalam time base dijelaskan bahwa dalam 24 jam waktu yang kita miliki, dapat dibagi-bagi menjadi 6 bagian, yaitu:
1. Jam 06.00 am – 09.00 am
Kurun waktu ini dinamakan GREEN STAGE.
Pada kurun waktu ini otak masih rileks dan masih segar untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
2. Jam 09.00 am – 12.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan YELLOW STAGE.
Pada kurun waktu ini otak di ambang muali jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
3. Jam 12.00 pm – 15.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan RED STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
4. Jam 15.00 pm – 18.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan WHITE STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan netral. Otak sedang mempersiapkan diri untuk rileks pada fase selanjutnya.
5. Jam 18.00 pm – 24.00 am
Kurun waktu ini dinamakan BLACK STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan rileks yang bisa berubah. Maksudnya adalah bisa mejadi Green, Yellow, Red, ataupun White.
6. Jam 24.00 am – 06.00 am
Kurun waktu ini dinamakan GREY STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan rileks yang dalam karena harus beristirahat setelah beraktifitas pada stage sebelumnya.
            Di bagian performance terdapat 4 gaya. Gaya tersebut adalah sebagai berikut:
1.   WATER Style
Penampilan ini adalah penampilan yang dingin, serius dan memperlihatkan kematangan. Banyak menggunakan tatapan mata dalam berkomunikasi untuk menajamkan perhatian pada satu per satu audiens.
2.   FIRE Style
Penampilan ini ditandai dengan penampilan yang penuh semangat dan berapi-api. Banyak teriakan yang harus dikeluarkan dan gerakan-gerakan tegas yang menyimbolkan bahwa kita penuh energy.
3.   EARTH Style
Penampilan ini lebih banyak memunculkan cerita, kelucuan dan banyak menggunakan metafora dalam pembicaraan. Banyak menggunakan permainan dan mengadakan diskusi untuk memahami sesuatu.
4.   SKY Style
Penampilan ini banyak mengajak untuk refleksi. Bicara tentang spiritualitas dan kebijaksanaan.
            Setelah mengetahui bagian waktu dan macam-macam gaya, di buku ini juga menjelaskan dan menggabungkan atau memadukan waktu dan gaya-gaya tersebut dengan tepat.
            Pembahasan selanjutnya menjelaskan tentang langkah-langkah dalam RST. Langkah pertama : Magical Opening. Di sini ada 3 hal yang harus diperhatikan:
1.      Mempersiapkan otak bawah sadar untuk menerima pesan
2.      Membuka mental block
3.      Membentuk persepsi.
Pembahasan selanjutnya menjelaskan langkah-langkah untuk membuat magical opening:
1.      Alpha state
2.      Positive words
3.      Reframing (membingkai kembali)
4.      Shocking
Kemudian langkah kedua : Emotional Shyncronizing. Tujuan dari langkah kedua ini adalah membentuk suatu hubungan emosi yang kuat antara kita sebagai pengajar dan audiens yang belajar kepada kita. Salah satu langkah efektif untuk penyelarasan emosi ini adalah dengan menumbuhkan positive emotion. Langkah membuat positive emotion:
1.      Kenali desire kita, keinginan terdalam kita
2.      Buat visualisasi, gambaran mental tentang desire
3.      Sambil membuat gambaran mental tersebut, munculkan dengan buat rasa bahagia, rasa gembra, rasa damai, dan keceriaan kita
Lalu pembahasan selanjutnya adalah tentang langkah ketiga: Telling ( menyampaikan pesan inti). Pada saat menyampaikan pesan inti, ada 3 hal yang harus kita perhatikan:

http://1.bp.blogspot.com/_t96LZBWnUTk/TTU6zVexaqI/AAAAAAAAADE/4HKaq_Kch6U/s1600/gambar+k3.jpg
Langkah keempat adalah kharisma. Kharisma adalah sebuah rahasia yang dimiliki oleh para ‘sekte’ besar di mana mereka mempunyai pengikut fanatik yang bersedia berkorban apa saja untuk sang pemimpin.
Selanjutnya adalah langkah kelima: Emotional Persuasion Treatment. Langkah ini adalah perwujudan dari sebuah tanggung jawab. Dalam Emotional Persuasion Treatment ini ada 2 langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Single Binding Pattern
2.      Triangle Code
Single Binding Pattern ini untuk mengarahkan sebuah perintah tanpa penolakan, atau yang diberi perintah tidak sempat bertanya karena tergoda dengan akibat yang ditimbulkan oleh kalimatnya. Yang harus diperhatikan:
-          Pola yang dipunyai adalah kalimatnya akan dirangkai dengan kata hubung “semakin – semakin”
-          Kalimatnya mengandung SUGESTI
-          Mempunyai efek SEBAB dan AKIBAT
Contoh : “Semakin Anda menciptakan suasana tenang di kelas, semakin Anda akan pulang lebih cepat.”
Kalimat 1 sugestif : “ semakin Anda menciptakan suasana tenang di kelas”
Kalimat 2 keuntungan : “semakin Anda akan pulang lebih cepat”
Triangle Code adalah kode segitiga untuk pernafasan. Dalam tubuh kita ada hubungan yang secara alami terjadi antara nafas dan detak jantung serta denyut otak. Dalam satu kali tarik nafas = jantung berdetak tiga kali = otak berdenyut sembilan kali.
http://2.bp.blogspot.com/_t96LZBWnUTk/TTU8ldb83eI/AAAAAAAAADI/IdpEAg8HhVg/s320/gambar+k3+2.jpg
Pada bagian ini intinya adalah bahwa kita harus mengatur nafas. Apabila nafas kita stabil, maka hasilnya tentu saja sangat luar biasa untuk Emotional Persuasion Treatment.[4]
Adapun kelebihan metode ini adalah:
1.      mengutamakan pemahaman melalui tindakan aplikasi
2.      tuntutan untuk selalu termotivasi
3.      adanya aspek kharisma
4.      penerapan ilmu
sedangkan kelemahan metode ini adalah:
1.      butuh waktu yang cukup lama
2.      tahapan metode kurang konkrit
3.      kesalahan pemahan bisa menjadikan metode RST berubah menjadi ceramah.[5]
C.    Simpulan
Metode Recollection Smart Teaching dikenalkan oleh Agung Webe, seorang trainer seminar dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Metode ini adalah campuran dari cabang ilmu yang mempelajari seni berkomunikasi yakni hipnotisme. Sehingga pendidik menjadi sosok yang menarik, dikagumi, penuh kharisma. Metode ini mempunyai 7 bagian: manual tubuh, basic RST, magical opening, emotional shyncronizing, telling, kharisma, emotional persuasion treatment.
Seperti metode yang lainnya metode ini mempunyai kelebihan, yakni: mengutamakan pemahaman melalui tindakan aplikasi, tuntutan untuk selalu termotivasi, adanya aspek kharisma, penerapan ilmu. Sedangkan kekurangan metode ini adalah: butuh waktu yang cukup lama, tahapan metode kurang konkrit, kesalahan pemahan bisa menjadikan metode RST berubah menjadi ceramah.



Daftar Pustaka
Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. 2003. Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta
Agung Webe. 2010. Smart Teaching 5 Metode Efektif Lejitkan Prestasi Anak Didik. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher
Http:// http://www.agungwebe.net/smart-teaching



[1] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2003, Hlm.20-21
[2] Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003. Hlm. 54-72
[3] Agung Webe, Smart Teaching 5 Metode Efektif Lejitkan Prestasi Anak Didik, Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher, 2010, hlm. 4
[4] http://www.agungwebe.net/smart-teaching
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar